Manajemen Peluang

Pribadi creativepreneur biasanya selalu meraih segala kesempatan yang ada. Setiap kesempatan yang datang dianggap memiliki potensi dan nilai yang sama. Tidak ada yang lebih kecil ataupun lebih besar antara satu dan lainnya. Kemampuan melihat peluang merupakan salah satu kelebihan pribadi creativepreneur. Prinsip ”Jangan pernah mengabaikan setiap kesempatan” atau pepatah ”Kesempatan tidak datang dua kali” menjadi pegangan bagi rata-rata orang yang memutuskan menjalani creativepreneur.

 

Penawaran beragam proyek yang berbeda dalam waktu hampir bersamaan akan sangat sulit untuk ditolak bagi seorang pelaku creativepreneur. Secara umum, pribadi creativepreneur mampu mengembangkan kariernya karena mau meraih setiap peluang yang datang. Membangun karier bertahap dengan rangkaian satu karier dengan karier lainnya adalah hasil dari kemampuan membaca dan mengambil setiap kesempatan yang hadir di depan mata.

Andrea Bocelli, penyanyi opera/pianis/penulis lagu/produser musik, yang juga doktor di bidang Ilmu Hukum (pernah praktik menjadi pengacara), adalah salah satu pribadi creativepreneur yang membangun kariernya dengan meraih setiap peluang yang ada. Pria asal Italia yang mengalami kebutaan ketika terjadi kecelakaan saat bermain sepak bola pada usia 12 tahun itu menunjukan betapa semangatnya untuk mempelajari berbagai hal sebagai sebuah kesempatan yang tidak boleh disia-siakan.

Sejak usia 6 tahun Bocelli mulai belajar piano, flute, saksofon, terompet, trombon, harpa, gitar, dan drum. Karier menyanyinya kemudian diawali saat ia memenangkan sebuah kompetisi menyanyi pada usia 14 tahun, 2 tahun setelah dirinya mengalami kebutaan total. Sampai saat ini, Bocelli sudah merekam tujuh opera komplet dan berbagai album pop serta klasik dengan penjualan mencapai 65 juta kopi di seluruh dunia.

Bukan sekadar peluang di bidang seni tarik suara dan musik yang Bocelli raih, peluang di bidang akademis pun diraihnya di tengah segala kesibukannya sebagai penyanyi dan penulis lagu.. Tak puas dengan predikat sebagai sarjana hukum, dirinya terus melanjutkan tingkat pendidikannya sampai jenjang doktor dengan semua materi kuliah dalam huruf braille.

Jadi, kesempatan apa yang sudah ada di depan mata Anda?