Mastering Yourself

Mastering others is strength. Mastering yourself is true power.

—Lao Tzu

 

Mengenal diri sendiri merupakan modal awal untuk mengelola diri sendiri. Satu hal yang perlu disadari adalah pengenalan dan penguasaan diri merupakan satu proses yang berjalan seumur hidup. Saat kita mengatakan bahwa ”Saya tahu siapa diri saya”, bukan berarti kita membekukan pengetahuan tentang diri, melainkan terus berkembang. ”Saya” saat ini kemungkinan besar berbeda dengan ”saya” pada dua tahun yang lalu, juga satu atau dua tahun ke depan.

 

Dalam psikologi, ada teori yang membahas secara khusus apa itu konsep diri. Konsep diri kurang lebih dipengaruhi oleh pengetahuan dan persepsi tentang diri sendiri. Pengetahuan tentang diri didapatkan berdasarkan pengamatan sendiri dan juga pandangan orang lain terhadap diri kita. Jangan salah, pandangan orang lain atau lingkungan turut memberikan andil pada bagaimana kita memandang diri sendiri.

 

Begitu pula dengan penguasaan diri sendiri. Tidak jarang, kita menyerahkan diri pada lingkungan sehingga diri pun terbawa oleh ombak situasi. Bagi para creativepreneur, kondisi ini tentu sangat menantang, mengingat ada banyak situasi yang hadir hampir bersamaan. Sejalan dengan pengalaman dan jam terbang, maka seorang creativepreneur semakin memahami bidang apa saja yang dikuasai dan disenangi.

 

Mengapa kemudian juga merupakan titik buta? Adakalanya karena kecenderungan mudah tergoda hal baru, seorang creativepreneur berpotensi terlalu tinggi menilai diri sendiri. Mereka merasa bisa mengatasi beragam situasi dan tugas menantang yang kemudian menempatkan seorang creativepreneur di situasi yang ”terpojok”. Terpojok di sini tidak hanya dalam penumpukan tugas, tetapi juga tekanan sosial dari berbagai lingkungan. Pada umumnya, para creativepreneur memang memiliki toleransi tinggi terhadap tekanan, terutama dalam konteks keragaman. Akan tetapi, toleransi ini haruslah tetap realistis dan terukur.

 

Bagi Anda yang mulai tertarik menjadi seorang creativepreneur, kenalilah titik buta ini sejak dini karena godaan untuk mencoba hal baru dan tidak betah dengan rutinitas menjadi provokatornya. Mengenali kekuatan diri sendiri berarti juga mampu memperhitungkan ketersediaan energi, waktu, dan modal sosial dalam mengelola beragam aktivitas (karier). Seperti untaian kata mutiara di atas, bahwa menguasai diri sendiri merupakan kekuatan yang sesungguhnya. Kesibukan yang beragam dan tidak jarang bertumpuk menjadi tuntutan krusial seorang creativepreneur untuk mampu mengelola diri sendiri. Ia harus bisa menjadi pemimpin sekaligus manajer bagi dirinya sendiri.

 

Penguasaan terhadap diri sendiri juga krusial bagi para creativepreneur karena mereka sendiri yang telah memutuskan memilih beberapa jalur karier dalam satu waktu. Pada saat itulah mereka menjadi dirigen bagi simfoni kariernya. Anda tidak bisa mengandalkan sistem di luar diri atau orang lain (atasan) untuk memastikan kualitas dan disiplin kerja Anda.

 

Tips utamanya, segeralah melatih diri untuk mampu bersikap asertif dan berani berpihak atau selektif di antara banyak pilihan. Jika Anda sulit menentukan mana yang tidak disukai, manfaatkan pengetahuan diri tentang apa yang disukai untuk lebih mengerucutkan minat. Sekali lagi, ini merupakan proses yang perlu kesabaran dan kepekaan.