Open Minded

Dalam bukunya Open Minded, Working Out The Logic of The Soul, Jonathan Lear (1998) mengatakan bahwa salah satu kebenaran yang paling penting tentang kita adalah bahwa kita

memiliki kapasitas untuk berpikiran terbuka, open minded, yaitu kapasitas untuk tidak sekadar bertahan hidup.

 

Karakter open minded inilah yang rata-rata dimiliki oleh pribadi creativepreneur. Tanpa pikiran terbuka, akan menjadi sangat sulit untuk melihat adanya kesempatan, menerima tantangan, atau bahkan beradaptasi dengan hal-hal baru.

 

Ketidakpastian pada apa yang akan terjadi selalu dihadapi oleh semua orang yang berkarier. Meski perencanaannya sudah sangat rapi, tertata, akan selalu saja ada kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di luar rencana semula. Bagi si creativepreneur, ketidakpastian akan dihadapi dengan sukacita dan pikiran terbuka karena itu artinya akan ada sesuatu hal baru yang harus ia kerjakan, sesuatu yang tidak direncanakan. Barangkali tepat juga jika digambarkan bahwa open minded masih ”bersaudara” dengan spontanitas. Dengan pikiran terbuka, maka spontanitas pun harus dimiliki agar pekerjaan tetap bisa dijalankan.

 

Para pemula creativepreneur barangkali tidak mudah berlaku spontan. Oleh karena itu, sebaiknya mereka membiasakan diri dengan back up plan. Semua perencanaan dipersiapkan lengkap dengan cadangannya. Satu sampai tiga rencana cadangan merupakan jumlah yang cukup ideal. Dengan demikian, dalam menjalani karier, mereka nantinya tidak sekadar menjalani, tetapi akan mampu menemukan hal-hal baru, unik, menyenangkan, dan bisa memperkaya pengalaman batin, otak, dan emosionalnya.

 

Salah satu pengalaman penulis dalam hal open minded adalah ketika menjadi konsultan brand. Meski tidak banyak memiliki pengalaman praktis dalam branding, penulis memahami teori-teori dasarnya karena mengajar manajemen brand dan media plan. Konsekuensinya penulis harus mau mempelajari perkembangan branding yang dinamis di lapangan.

 

Open minded juga berarti kita menerima kenyataan dengan pikiran terbuka, bahwa rekan kerja kita, lingkungan kerja kita, dan pimpinan kita adalah pribadi-pribadi yang beragam. Berbeda pula sistem dan budaya kerja yang ada. Maka, selain adaptasi, dengan pikiran terbuka kita bisa belajar banyak dari hal-hal yang berbeda ini tanpa menghakimi sesuatu yang tidak sama dengan pemikiran kita. Pemikiran terbuka ini membawa pribadi creativepreneur berkarakter sebagai orang yang fleksibel dan mudah bergaul serta relatif mudah diterima kehadirannya di berbagai lingkungan yang baru.

 

So please be open minded and you will be happy with new challenge things!